Jumat, 30 November 2012

Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pembangunan


A.     Nilai dan Norma yang Berlaku dalam Masyarakat

Nilai adalah perasaan tentang apa yang baik atau apa yang buruk, apa yng di inginkan atau apa yang tidak diinginkan  atau apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan. Nilai adalah masalah yang abstrak dan sifatnya normative serta mempunyai sangsi yang lemah.Nilai berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur dan mengendalikan serta member arah kepada kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat. Pewarisan nila-nilai berangsung sepanjang hayat dengan cara langsung(vertical) dan tidak langsung(horizontal)

B.      Struktur, Stratifikasi  dan Dinamika Masyarakat
Struktur sosial adalah sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat.Di dalam tatanan tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan prilaku.

Stratifikasi sosial merupakan hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun, sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungan dengan orang lain secara vertical maupun horizontal.Dasar stratifikasi adalah pembagian pekerjaan. Pembentukan lapisan dalam masyarakat sekaligus merupakan proses pembentukan struktur sosial. Dalam stratifikasi dibedakan antara system lapisan dan system kelas/kasta. Sistem kelas mencerminkan suatu masyarakat dimana ksempatan untuk naik tangga sosial lebih sukar dan hampir tertutup. Sistem berlapis/startifikasi memungkinkan orang turun tangga sosial.




C.     Kepemimpinan  dalam Masyarakat
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang tersebut bertingkah laku seperti yang dikehendaki oleh pemimpin tersebut.
Ada beberapa jenis pemimpin yang dapat ditemui dalam masyarakat:
a.Resmi(formal leader)
b.Tidak resmi(non formal leader)
c.Kekeluargaan
d.Paternalistik
e.Nepotisme

Sifat-sifat Pemimpin
Dapat dipelajari dari pepatah berikut:
1.      Pepatah jawa
Ing ngarso sung tulodo(dimuka memberi teladan)
Ing madya  mangunkarsa(di tengah membangun semangat)
Tut wuri handayani(dibelakang memberi pengaruh)
2.      Pepatah minangkabau
Sabatang kayu gadang ditangah padang
Tampek balinduang di waktu hujan
Tampek banauang di hari paneh
3.      Persepsi sosial dan pemahaman sosial.
4.      Ability in abstract thinking and mental adabtability(mampu memberikan penyelesaian terhadap segala persoalan dengan segala senang hati)

Kepemimpinan yang dibutuhkan dalam pembangunan masyarakat adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat seperti dikemukakan diatas sehingga pemimpin benar-benar dapat menjadi contoh dan memotifasi warga masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa dan Negara.

Pembangunan Masyarakat

A.    Hakekat Pembangunan
Hakekat Pembangunan Masyarakat pada dasarnya pencapaian tujuan:
1) Peningkatan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat.
2) Pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan.
3) Terjabarnya kebijaksanaan dan program pembangunan nasional di masing- masing pedesaan, dengan menitik beratkan pada prakarsa masyarakat itu sendiri.

1.                         Pengertian
Pembangunan Masyarakat: upaya terencana dan sistematis yang dilakukan oleh, untuk, dalam masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup penduduk dalam semua aspek kehidupannya di dalam suatu kesatuan wilayah. Pembangunan Masyarakat suatu gerakan yang direncanakan untuk menciptakan kondisi- kondisi bagi kemajuan social ekonomi masyarakat dengan partisipasi aktif dan kepercayaan sepenuh mungkin atas prakarsa masyarakat (PBB).
a. Philip Roupp
Pembangunan adalah perubahan dari suatu yang kurang berarti kepda suatu yang lebih berarti
b. Sintoro tjokroamijojodan Mustafa dijaja
Pemabngunan adalah orientasi kegiatan yang tanpa akhir
c. R.P.Mirza
Pembangunan adalah pada dasar nya usaha manusia dan untuk memahami pembangunan    tersebut dibutuhkan usaha yang terpadu dari seluruh sisitem pengetahuan,baik fisik ,biologi,social maupun tentang manusia.
d. Sondang p.Siagian
Pembangunan adalah suatu usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dilakukan secara sadar oleh bangsa,Negara dan pemerintahan menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa.

2.                         Tujuan
Tujuan Pembangunan Masyarakat:
-peningkatan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat
-mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan RI yang merdeka,
-pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan, dan
-penjabaran kebijaksanaan dan program pembangunan Nasional.
Tujuan dan Misi Pembangunan Masyarakat menurut Sutaryat adalah:
-mampu menciptakan dan mengkoordinasikan:
(a) masyarakat yang gemar membangun,
(b) masyarakat mandiri,
(c) masyarakat kooperatif, dan
(d) masyarakat partisipatif.

B.     Prinsip dan Pendekatan Pembangunan

Prinsip Pembangunan Masyarakat
  1. Keterpaduan
Mengandung arti bahwa program pembangunan disusun oleh masyarakat bersama dalam dan untuk masyarakat atas dasar kebutuhan dan berbagai sumber yang tersedia untuk memenuhi kepentingan bersama dalam berbagai aspek kehidupan.
  1. Berkelanjutan
Memberi arah bahwa pengembangan atau pembangunan masyarakat itu tidak dilakukan sekaligus, melainkan diselenggarakan secara bertahap dan terus-menerus menuju ke arah yang lebih baik.
  1. Keserasian
Mengandung makna program pembangunan memperhatikan keserasian antara kebutuhan terasa yang dinyatakan oleh perorangan, masyarakat, lembaga, dan pemerintah.
  1. Kemampuan Sendiri
Bahwa program pembangunan masyarakat disusun dan dilaksanakan berangkat dari kemampuan yang dimiliki masyarakat.
  1. Prinsip Kaderisasi
Memberi isyarat bahwa pengelolaan dan kelanjutan program pembangunan masyarakat hanya akan terlaksana dengan baik apabila di masyarakat telah disiapkan kader-kader yang mempunyai sikap.
  1. Prinsip Keikhlasan
Mengandung makna bahwa pembangunan haruslah dilakukan dengan kesucian hati dan kejernihan pikiran.
  1. Sumber yang Berasal dari Lembaga Swasta Sukarela
Dimanfaatkan secara maksimal dalam program pembangunan masyarakat.
  1. Upaya Memajukan Sektor Ekonomi dan Sosial, pada tingkat lokal menuntut upaya pembangunan yang parallel dan lebih luas pada skala nasional.

Pendekatan Pembangunan

  1. Pendekatan capital oriented
Modal adalah suatu komponen yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi semaksimal mungkin, sehingga modal pembangunannya selalu diarahkan pada capital intensive.
  1. Pendekatan pemerataan dan pertumbuhan
Pendekatan ini timbul akibat ketidakmerataan pertumbuhan, terutama masyarakat lapisan bawah tidak dapat menikmatinya dan sering tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya menurut standar minimal atau batas terendah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia.
  1. Pendekatan mencukupi kebutuhan dasar
Menurut Esmara (1986) kebutuhan dasar manusia dapat dibagi:
a.       Kebutuhan dasar keluarga atau individu, seperti pangan, sandang perumahan dan beberapa peralatan rumah tangga, dan
b.      Kebutuhan dasar masyarakat secara keseluruhan seperti air minum sanitasi, pengangkutan umum dan kesehatan, fasilitas pendidikan dan kebudayaan.
  1. Pendekatan dalam mengurangi ketergantungan
Pembangunan merupakan suatu proses inisiatif dan partisipasi kreatif masyarakat dalam pembangunan hanya menjadi mungkin karena proses pendewasaan. Ketergantungan dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis:
a.       Ketergantungan kolonial
b.      Ketergantungan industri keuangan
c.       Ketergantungan teknologi industri
  1. Pendekatan sumber daya manusia
Pendekatan ini meletakkan manusia sebagai unsur mutlak dalam proses pembangunan, dan pembangunan pada hakikatnya adalah untuk manusia tapi ada perbedaan kadar dan kualitas manusia dalam pembangunan itu sendiri.

C.     Ruang Lingkup Pembangunan
1.      Bidang politik
2.      Bidang ekonomi
3.      Bidang sosial budaya
4.      Pertahanan keamanan




PEMBANGUNAN PEDESAAN

A.       PENGERTIAN
1.      Pembangunan pedesaan adalah suatu proses dimana anggota-anggota masyarakat desa pertama-tama mendiskusikan dan menentukan keinginan mereka, kemudian merencanakan dan mengerjakan bersama untuk memenuhi keinginan mereka (T.R. Batten).
2.      Pembangunan pedesaan adalah suatu proses yang membawa peningkatan kemampuan penduduk pedesaan menguasai lingkungan sosial yang disertai meningkatnya taraf hidup mereka sebagai akibat dari penguasaan tersebut (Inayatullah).
3.      Pembangunan masyarakat desa merupakan suatu bentuk tindakan kolektif suatu masyarakat desa yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat tersebut, dalam arti material dan spiritual (Moeljarto Tjokrowinoto).
4.      Pembangunan masyarakat desa merupakan pengkhususan dari pengertian community development yang berarti pembangunan masyarakat sebagai keseluruhan, dengan tujuan untuk menaikkan penghasilan serta taraf hidup warga masyarakat yang bersangkutan.

B.        TUJUAN
Tujuan pokok pembangunan masyarakat desa, adalah:
1.      Tujuan jangka pendek yang hendak dicapai dalam pembangunan masyarakat desa adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat.
2.      Tujuan jangka panjang adalah mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila yang diridhoi oleh Allah SWT.

C.        PENDEKATAN
1.      Pendekatan Komprehensif
Pendekatan ini lebih menekankan pada keikutsertaan masyarakat secara keseluruhan sebagai unsur partisipan dalam pembangunan. Dengan anggapan bahwa pembangunan yang dilaksanakan dipedesaan adalah untuk kepentingan seluruh anggota masyarakat.



2.      Pendekatan Integraf
Adalah pendekatan yang memandang suatu aspek kehidupan yang mempunyai hubungan yang tak terpisahkan dari aspek kehidupan lain. Pembangunan yang dilakukan berusaha memajukan dan mengembangkan seluruh lapangan kehidupan.
3.      Pendekatan Organis
Pendekatan ini lebih menekankan pada pengembangan sumber-sumber yang potensial yang terdapat di desa yang bersangkutan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan pokok masyarakat.
4.      Pendekatan Selektif
Pendekatan ini kebalikan dari pendekatan integral, karena pendekatan ini hanya mengutamakan salah satu atau beberapa bidang yang dianggap dapat menunjang program pokok pembangunan. Pemdekatan ini harus benar-benar direncanakan secara seksama untuk menghindari terjadinya ketimpangan-ketimpangan akibat lebih menekankan pada salah satu bidang pokok pembangunan saja.
5.      Pendekatan Pertumbuhan
Pendekatan ini didasarkan pada pola kemungkinan pertumbuhan atau perkembangan daerah dan pola pertumbuhan tiap tahap yang telah ditentukan. Dalam pendekatan pembangunan semacam ini, setiap desa diberi kategori sesuai dengan tingkat perkembangan dan prasarana yang dimiliki oleh desa tersebut. Prasarana ini menjadi standar penilaian untuk memberikan kategori tertentu bagi setiap desa. Kategori tersebut terdiri atas:
a.       Desa swadaya (skor 7-11),
b.      Desa swakarya (skor 12-16), dan
c.       Desa swasembada (skor 17-21).
Ukuran yang digunakan untuk menentukan kategori desa tersebut adalah:
a.       Mata pencaharian,
b.      Produksi desa,
c.       Adat,
d.      Kelembagaan,
e.       Pendidikan,
f.       Swadaya gotong royong, dan
g.      Prasarana.
Masing-masing unsur di atas akan diskor yang jumlahnya berkisar antara 7-21.
6.      Pendekatan Partisipatif
Pendekatan partisipatif adalah pendekatan yang didasarkan atas asumsi bahwa penduduk pedesaan adaalah subjek pembangunan, sumber daya manusia yang potensial. Oleh karena itu, pendekatan ini lebih menekankan pada pembentukan motivasi dalam diri masyarakat setempat, serta perubahan sikap mental masyarakatnya dalam mewujudkan terciptanya partisipasi aktif dan langsung kelihatan aslinya, karena keberhasilan yang diraih bukanlah dalam bentuk pembangunan fisik dan prasarana, tetapi dalam bentuk sikap mental dan tumbuhnya motivasi yang kuat dalam diri masyarakat itu sendiri. Pembangunan fisik dan prasarana secara tidak langsung dapat merupakan hasil dari pendekatan partisipatif ini.

D.       FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT
1.      Kondisi fisik
Yaitu letak geografis dan sumber alam yang terkandung di desa dan iklim desa. Letak geografis yang strategis seperti tidak sulit dijangkau. Karena bagaimanapun perkembangan desa tergantung pada mobilitas sosial. Sumber alam yang tersedia menentukan perkembangan desa, karena sumber alam yang memadai merupakan modal yang dapat diolah lebih lanjut. Iklim menentukan usaha pertanian, apa yang cocok untuk  dikembangkan dan apa yang lebih baik dikelola di desa tersebut. Menurut Bintarto, ada lima potensi fisik dalam rangka pengembangan desa, yaitu:
a.       Tanah, yaitu sumber tambang dan mineral serta sumber tanaman sebagai mata pencaharian,
b.      Air, yaitu sumber dan kualitas air,
c.       Iklim,
d.      Ternak, merupakan sumber tenaga, sumber bahan makanan, dan sumber keuangan,
e.       Manusia, artinya tenaga kerja sebagai pengolah tanah dan sebagai produsen.

2.      Kondisi nonfisik
Yaitu aspek sosial budaya dan religi. Sosial budaya adalah adat istiadat dan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat yang masih ditaati.

E.        PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA
Pendidikan adalah modal utama dalam pembangunan. Mustahil rasanya untuk mengatakan bahwa kemajuan suatu Negara dapat dicapai tanpa adanya investasi dalam bidang pendidikan, karena pada dasarnya, pendidikan adalah sumber daya yang terbesar bagi manusia. Melalui pendidikan, manusia dapat berfikir secara sistematis, lebih luas cakrawalanya dan kritis menghadapi persoalan.