Loading...

Jumat, 30 November 2012

Perubahan Sosial sebagai Proses Pembangunan


1.      Perubahan Sosial
Yaitu perubahan lembaga-lembaga (institution) masyarakat, yaitu perubahan yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai sosial, sikap dan pola prilaku kelompok (selo soemarjan dalam Social Change in Yogyakarta).
A.      Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli
v  Wiliam F. Ogburn : adanya pengaruh unsur-unsur kebudayaan materil terhadap unsur-unsur immaterial.
v  Kingsley Davis : Perubahan-perubahan struktur dan fungsi masyarakat.
v  Mac Iver : Perubahan dalam social relationship dan perubahan equilibrium.
v  Gillin and Gilin : Variasi cara-cara hidup atau kondisi sosial.
B.      Teori Perubahan Sosial
v  Cachi (filsafat, sejarah, sosiologi, ekonomi) : Perubahan sosial merupakan gejala yang wajar dalam pergaulan hidup.
v  Adanya unsur  mempertahankan keseimbangan masyarakat.
C.      Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
a.      Social Evolution : kerja sama yang harmonis antara manusia dan lingkungannya.
1) Cosmic Evolution: adalah taraf evolusi dalam bentuk pertumbuhan dan perkembangan
2) Organic Evolution : perjuangan untuk hidup.
3) Mental Evolution (technical change and culture change).
b.      Social mobility
Gerakan sosial adalah suatu keinginan akan perubahan yang di organisasi. Gerakan sosial terjadi karena adanya keinginan untuk perubahan kearah yang lebih baik (pembangunan) serta pemanfaatan penemuan baru. Pada umumnya pergerakan sosial terbentuk apabila ada konsep yang jelas, apalagi konsep ini mempunyai strategi yang jelas pula (perencanaan pembangunan).
c.    Social Revolution
Pada umumnya revolution didahului oleh adanya ketidakpuasan dari golongan-golongan tertentu yang biasanya didahului oleh ide-ide baru. Saat pecahnya revolusi ditandai oleh adanya terror atau kudeta. Ternyata tidak semua revolusi berhasil dan bahkan biasanya suatu revolusi berakhir perpecahan antara kekuatan-kekuatan revolusi itu sendiri karena tidak adanya konsep pembangunan yang jelas setelah revolusi.
2.      Proses pembangunan
Proses pembangunan merupakan perubahan sosial yang saling memiliki keterkaitan dan merupakan usaha pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pembangunan.
3.      Proses perubahan nasional
Inti dari perubahan masyarakat adalah perubahan norma-norma masyarakat. Karena perubahan norma dan proses pembentukan norma baru merupakan inti dari dalam usaha mempertahankan persatuan hidup berkelompok. Dengan sendirinya proses perubahan masyarakat menjadi proses desintegrasi dalam banyak bidang kehidupan. Oleh karena itu perlu diusahakan reintegrasi, yaitu penampungan kembali dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih cocok dengan kebutuhan baru bermasyarakat dimana norma yang lebih cocok merupakan ikatan dari masyarakat yang baru.
Dalam proses perubahan memiliki langkah-langkah yang harus dilalui yaitu:
a. Penemuan,
b. Invansi, dan
c. Difusi.
Dalam langkah-langkah ini agen pembaharuan haruslah:
a.      Mendorong mewujudkan aktivitas-aktivitas yang mengarah kepada pembangunan,
b.      Mendorong langkah-langkah yang tumbuh dari bawah (botton up),
c.       Mengarahkan pembangunan kepada perubahan yang menuju kearah kemandirian.
4.      Keterkaitan
Proses pembangunan juga merupakan proses yang terkait antara yang satu dengan yang lain yaitu:
a. Aspak relevansi, artinya kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembangunan yang mempunyai relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dilaksanakan untuk masyarakat dan mampu menopang kehidupan masyarakat, mempunyai prospek yang mengembirakan serta memiliki manfaat baik langsung maupun tidak langsung, baik kongkret maupun abstrak.
b. Aspek lintas sektoral, mengkait dengan melibatkan lembaga pemerintah dan kelembagaan swadaya masyarakat.
5.   Usaha pemerintah dan masyarakat dalam melakukan perubahan
a. Mengaktualisasikan atau mengangkat kemampuan atau potensi yang dimiliki masyarakat sehingga timbul suatu penemuan baru dalam mengembangkan masyarakat,
b. Memandirikan masyarakat agar timbul percaya diri dengan menggunakan prinsip kedisiplinan, kerja sama, dan usaha yang rajin dan sungguh-sungguh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar